oleh Muhammad Andik pada 21 Oktober 2011 jam 23:18
Penulis : Ustadz Abu Hamzah Yusuf
Siapa yang tidak menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, kita semua tentu menginginkannya. Hanya yang perlu untuk kita pertanyakan bagaimana cara untuk meraih keduanya. Sementara, kita yakini bersama bahwa Islam adalah agama yang ajarannya universal (menyeluruh). Islam satu-satunya agama yang mendapatkan legitimasi (pengakuan) dari Sang Pemiliknya Jalla Sya’nuhu.
Islam adalah agama yang rahmatan lil alamiin. Tidak didapatkan satu ajaranpun dalam Islam yang merugikan para pemeluknya, tidak ditemukan satu prinsippun dalam Islam yang mencelakakan para penganutnya. Tetapi pada kenyataannya banyak kalangan yang hanya menitikberatkan perhatiannya pada dunia dan bagaimana cara untuk mendapatkannya.
Padahal Allah telah mengingatkan kita dengan firman-Nya, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridloannya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS Al Hadid: 20).
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang mereka telah usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Huud: 15-16).
Para pembaca -yang semoga dirahmati Allah-, petunjuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah sebaik-baik petunjuk. Siapa yang mengambilnya ia akan bahagia dan yang meninggalkannya akan celaka. Allah berfirman, “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (QS An Nuur: 63).
Terbukti generasi yang bersamanya, yakni generasi para sahabat meraih gelar terbaik umat ini, karena mereka mengambil petunjuknya. Itulah mereka para sahabat yang telah berhasil meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Bagaimana tidak, sedang mereka mendapatkan bimbingan tauhid selama kurang lebih 13 tahun hingga akhirnya mereka memiliki landasan yang kokoh dalam kehidupannya.
Oleh karena itu, tauhid itulah sebagai landasan yang menghantarkan seseorang kepada kebahagiaan yang sebenarnya. Sebab mentauhidkan Allah adalah tujuan diciptakannya manusia. Allah berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzariyaat: 56). Ibnu Katsir berkata: makna “ya’buduun” dalam ayat ini adalah “yuwahhiduun” (mentauhidkan Allah). Al Imam Al Baghowi menyebutkan dalam tafsirnya bahwa Ibnu Abbas RA mengatakan: “Setiap perintah beribadah dalam Al Qur’an maka maknanya adalah tauhid.”
Para pembaca -yang semoga dirahmati Allah-, bagaimana tidak dikatakan bahwa tauhid sebagai landasan yang akan menghantarkan seseorang kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, sedangkan Allah meridloi ahli tauhid. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya Allah meridloi kalian tiga perkara: kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, berpegang teguh dengan tali Allah semuanya dan jangan bercerai berai, dan memberikan nasihat kepada orang yang Allah jadikan pemimpin atas urusan-urusan kalian.” (HR Muslim dari Abu Hurairoh).
Itulah tauhid, tauhid adalah sebagai jalan untuk mendapatkan dua kebahagiaan tersebut, sebab dengan menegakkan tauhid berarti menegakkan keadilan yang paling adil. Sementara tujuan Allah mengutus rasul-Nya dan menurunkan kitab-Nya adalah supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Allah berfirman, “Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyatam dan telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.” (QS Al Hadiid: 25).
Tauhid sebagai landasan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat karena keamanan serta petunjuk di dunia dan akhirat hanya akan dicapai oleh para ahli tauhid. Allah berfirman, “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al An’aam: 82). Berkata Ibnu Katsir pada ayat ini: “Yaitu mereka yang memurnikan ibadahnya untuk Allah saja dan tidak berbuat kesyirikan dengan sesuatu apapun, mereka mendapatkan keamanan pada hari kiamat dan petunjuk di dunia dan akhirat.”
Jadi memang tauhidlah yang akan menghantarkan kepada kebahagiaan yang hakiki. Karena khilafah di muka bumi serta kehidupan yang damai, aman, dan sentosa berbangsa dan benegara hanya akan diraih melalui tauhid. Allah berfirman, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang sholih, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi.
Sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridloinya untuk mereka. Dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, semula mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS An Nuur: 55).
Para pembaca -yang semoga dirahmati Allah-, ahli tauhid mereka orang-orang yang akan mendapatkan jaminan surga dari Allah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Barangsiapa yang bertemu Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, ia akan masuk surga. Dan barangsiapa yang bertemu dengan-Nya dalam keadaan menyekutukan-Nya, ia akan masuk neraka.” (HR Muslim dari Jabir bin Abdillah). Ahli tauhid mereka orang-orang yang akan berbahagia dengan syafa’atnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Abu Hurairoh bertanya kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam, “Siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa’atmu?” Beliau menjawab, “Orang yang mengatakan ‘laa ilaaha illallah’ ikhlas dari lubuk hatinya.” (HR Bukhori dari Abi Hurairoh).
Ahli tauhid mereka orang-orang yang terjaga dan terpelihara darah dan hartanya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak untuk diibadahi secara benar kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukannya, mereka terjaga dariku darahnya dan hartanya kecuali dengan hak-hak Islam, dan perhitungannya atas Allah.” (HR Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar).
Demikianlah para pembaca -kaum muslimin- tauhid adalah rahasia kebahagiaan dunia dan akhirat, karena yang pertama kali diwajibkan atas seorang hamba adalah tauhid. Allah berfirman, “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya bahwasanya tidak ada Ilah yang hak melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS Al Anbiyaa: 25).
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam berkata kepada sahabat Muadz bin Jabal RA ketika beliau mengutusnya ke negeri Yaman, “Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari Ahli Kitab. Jika Engkau mendatanginya maka serukanlah kepada mereka supaya mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah -yang berhak untuk diibadahi- kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah…” (HR Bukhori Muslim dari Ibnu Abbas RA).
Imam Al Hafizh Al Hakami mengatakan, “Kewajiban pertama atas hamba, mengenal Ar Rahmaan (Allah) dengan tauhid.” Dan tauhid juga yang menjadi kewajiban terakhir atas seorang hamba, ketika menjelang kematiannya Abu Tholib, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam datang menemuinya dan berkata, “Wahai paman, ucapkanlah ‘laa ilaaha illallah’, kalimat yang menjadi hujjah untukmu di sisi Allah…” (HR Bukhori Muslim dari Sa’id ibnul Musayyab dari bapaknya (Musayyab)).
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda, “Barangsiapa yang akhir ucapannya ‘laa ilaaha illallah’, ia akan masuk surga.” Semoga Allah memberikan taufiq kepada yang dicintai dan diridloinya. Amin ya Mujibas sailiin.
(Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Hamzah Yusuf dari Bulletin al Wala wal Bara Edisi ke-7 Tahun ke-1 / 24 Januari 2003 M / 21 Dzul Qo’dah 1423 H. Judul asli Tauhid Rahasia Kebahagiaan Dunia dan Akhirat. Url sumber http://fdawj.atspace.org/awwb/th1/7.htm)
Undo my death, my Almighty GOD. I beg You, let me live...,,, "I once thought "Life would end by the time I die" Let me live once more, I didn't know how to save my last breath,Let me,live once more,ONCE MORE!!!
Facebook Badge
Saturday, August 6, 2011
Tauhid Rahasia Kebahagiaan Dunia dan Akhirat
Wednesday, August 3, 2011
ALBUM PURGATORY 7:172
Di album 7:172 ada salah satu lagu yg berjudul M.O.G.S.A.W, singkatan dari Messenger Of GOD Shalallahu 'Alaihi Wassalam.
MOGerz adalah istilah bagi orang-orang yang pro dengan Purgatory, mulai digunakan sejak masa release album 7:172 ini. Beberapa saat setelah itu, kami mulai risih dengan kata-kata MOGerz adalah istilah buat "fans" dari Purgatory, tapi pada masa-masa itu belum ada solusi untuk mengatasi risih ini. Bagaimana kami tidak risih, seharusnya istilah MOGerz ini diperuntukkan bagi para fans dan pengikut Messenger Of GOD صلى الله عليه وسلم, bukan fans dari Purgatory. Karena kami sendiri juga adalah MOGerz, fans dan pengikut Rasulullah صلى الله عليه وسلم, alhamdulillah.
Sekarang apabila media bertanya "apakah itu MOGerz?", kami tidak pernah lagi bilang fans/penggemar, tapi kami bilang MOGerz adalah "listeners" atau para pendengar Purgatory. Dan kepada interviewer yang lebih menguasai materi interview kami jabarkan kepanjangan dari kata MOGer.
"MOGerz" adalah istilah gaul bagi para pendengar syair-syair yang kami sampaikan, termasuk bagi kami sendiri. Perbedaan antara MOGerz di dalam dan di luar band ini cuma ada di posisi dan tanggung jawab. ALLAH mengizinkan kami bertujuh berada di depan untuk menyampaikan apa yang kami tahu tentang Islam. Dalam pendekatan diri kepada ALLAH سبحانه وتعالى, kita tidak ada bedanya, kita di sini semua belajar. Semakin banyak vitamin masukan-masukan yang positif dari MOGerz lain di sekitar kami, Insya'ALLAH kami bisa lebih kuat dan solid.
Sebagai penyampai kabar, kami MOGerz yang ada di dalam band lebih harus bisa mempertanggung-jawabkan setiap kabar yang kami sampaikan. MOGerz lain yang di luar band juga punya tanggung-jawab sendiri, karena sudah mengaku sebagai bagian dari MOGerz = fans dan pengikut Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Lalu, setelah kita menyatakan diri sebagai MOGerz, kita tanya diri sendiri:
Apakah kita mendekati perzinahan?
Minum alkohol? Bilang "Assalamu 'alaikum, bang" tapi mulut bau anggur?
Bangga mengeluarkan ucapan-ucapan kasar atau kotor?
Bangga lepas Sholat?
Senang membuat kerusuhan?
Senang mempergunjing keburukan orang lain atau sesama MOGerz?
Gampang ikut campur masalah pribadi orang lain? Gampang minta orang lain ikut campur masalah pribadi kita? ...dll
...fans dan pengikut Rasulullah صلى الله عليه وسلم ?
Perlu kita ingat sama-sama, setan sangat tidak menyukai adanya kumpulan orang-orang yang takut berbuat dosa dan kompak, apalagi juga berusaha mempertanggung-jawabkan 'ibadah mereka. Setan benar-benar menunggu sampai orang-orang di lingkungan seperti ini lengah.
Contoh:
Pada saat kita dikondisikan terpisah > terpencar ke lingkungan yang berbeda-beda > lalu akrab dengan orang-orang yang sepertinya ok > lalu komunikasi antar sesama semakin tidak lancar. Kalau komunikasi sudah tidak lancar, ini bisa menimbulkan masalah ke mana saja, dan semakin parah. Ini biasanya di saat mereka disibukkan oleh pekerjaan/urusan masing-masing. Berkumpul ini benar-benar berbeda dengan berpisah-pisah atau terpecah-belah. Ada kekuatan lebih untuk menjaga 'ibadah dan perbuatan di saat kita berkumpul bersama orang-orang yang takut berbuat dosa.
Kalau setan tidak suka dengan kita, mereka akan masuk lewat kesenangan-kesenangan, supaya kita lupa dan larut dalam kesenangan-kesenangan.
Kalau lewat kesenangan tidak tembus juga, mereka akan masuk lewat kesulitan-kesulitan, supaya kita panik lalu merasa jadi orang yang paling susah sedunia.
Kalau lewat kesulitan tidak tembus juga, mereka akan masuk lewat rasa memiliki, supaya kita takut kehilangan apa-apa yang "kita kira milik kita".
Kalau lewat rasa memiliki tidak tembus juga, mereka akan masuk lewat pembenaran, supaya kita merasa lebih benar atau lebih baik atau lebih suci daripada orang lain.
Kalau lewat pembenaran tidak tembus juga, mereka akan masuk lewat kebencian, supaya kita sensitif lalu membenci lagi apa yang tidak kita sukai.
...dan seterusnya. Na'udzu bi ALLAH min dzalik.
Kalau setelah semua itu masih tidak tembus juga dan kita sadar setan sedang mengeroyok, kita semakin memohon perlindungan ALLAH, maka setan "akan cari" siapa orang-orang di dekat kita yang paling lemah dan tidak berlindung kepada ALLAH.
Ini pola standar setan memecah-belah kesatuan.
Kekuatan lebih dari tetap berkumpulnya orang-orang dalam lingkungan ini, adalah semata karena sama-sama memohon perlindungan dari ALLAH. Tapi sebaliknya, kalau kita di dalam lingkungan yang lemah iman dan perbuatan, semakin hari keyakinan dan ketegaran kita semakin menipis.
Hati-hati bagi yang merasa kuat berdiri sendiri di antara orang-orang lemah iman, karena biasanya kekuatan itu merosot drastis "tanpa terasa".
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru TUHANnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-NYA; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah KAMI lalaikan dari mengingati KAMI, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."
Qur'an Surah al-Kahfi (18), ayat 28
Namun bagaimanapun juga kita perlu jeli berhati-hati akan adanya sifat "merasa lebih baik dari orang lain" dalam diri kita. Satu hal yang membuat Iblis menjadi terlaknat adalah karena dia merasa lebih baik daripada Nabi Adam عليه السلام.
Bismillah, syi'ar Islam ini sekarang menjadi alasan utama kami untuk tetap bertahan ada dalam band ini dan berkomunikasi dengan MOGerz lain di luar band. Sekarang yang paling kami butuh adalah kekompakan antara kami dan MOGerz lain di mana-mana. Dalam Islam, semua moment adalah takdir ALLAH, tidak ada yang percuma kalau kita bisa ambil ilmu dan hikmahnya, termasuk moment berkumpulnya kita di sini sekarang.
Saat ini dan seterusnya kami benar-benar membutuhkan dukungan dan doa-doa kalian, guys. Karena para penyair gampang terjerumus ke neraka, ALLAH sudah memperingati hal ini dalam al-Qur'an ayat-ayat akhir Surah asy-Syu'araa (ayat 221-226).
Kami berlindung kepada ALLAH dari hal itu... Na'udzu bi ALLAH min dzalik.
Doakan kami supaya bisa menjadi bagian dari penyair-penyair yang mendapatkan pengecualian dari ALLAH, sebagaimana 1 ayat terakhir dalam Surah yang sama (kelanjutan dari 6 ayat tadi): Qur'an Surah Asy-Syu'ara (26) ayat 227.
Amin.
_____________________________________________________________
Catatan tambahan:
Sementara ini mungkin lingkungan MOGerz ini memang belum bisa terlepas sepenuhnya dari bentuk pengidolaan kebanyakan orang di dalamnya atas keberadaan band Purgatory.
Bagi saudara-saudara muslim yang keberatan dengan status sebutan MOGerz, atas dasar bentuk pengidolaan tadi, atau bahkan mengkhawatirkan asumsi keanggotaan dalam "fans" club, dan lain-lain:
Insya'ALLAH MOGerz akan memaklumi dan tidak mempermasalahkan kekhawatiran itu. Sebagaimana juga note di atas perlu dibaca lagi > bahwa adanya wadah ini adalah "justru" difungsikan untuk mengikis asumsi yang demikian. Insya'ALLAH.
Kekuatan dan persatuan ini tidak akan pernah berpatokan pada jumlah, tetapi adalah pada kualitas. Semakin solid kualitas pembuktian MOGerz, maka Insya'ALLAH jumlah pun akan semakin menjalar setelahnya.
MOGerz BUKANLAH orang-orang yang sudah HEBAT dalam urusan agama,
tapi MOGerz ADALAH orang-orang yang mau belajar untuk lebih mengenal agamanya sendiri di tengah masa "budaya propaganda perusakan generasi" ini.
Sama-sama belajar mempraktekkan prilaku Mendekati Agama Menjauhi Dosa.
Undo my death, my Almighty GOD. I beg You, let me live...,,, "I once thought "Life would end by the time I die" Let me live once more, I didn't know how to save my last breath,Let me,live once more,ONCE MORE!!!
Thursday, July 28, 2011
_______________BROKEN DOWN________________
_______________BROKEN DOWN________________
Bertobatlah !!! Kerajaan Allah di dunia sudah dekat
Semoga terjadi seperti yang dijanjikan, …
Warning !!! Hari Pembalasan sudah dekat !!!
Bertobatlah !!! Kerajaan Allah di dunia sudah dekat
Semoga terjadi seperti yang dijanjikan, …
Warning !!! Hari Pembalasan sudah dekat !!!
Berhentilah membuat kerusakan di muka bumi.
Apa pendapat anda jika ternyata surga dan neraka adalah ternyata di dunia ini ?
Silakan tulis pendapat anda.
04:04
bukan q yg menuliskan tulisan ini jg bukan untukmu tulisan ini
mana mungkin kau bisa mmbnci dirimu sndiri kalo bukan aku yang mmbncinya.cobalah mngerti ada seseorang yang mmbnci skaligus mncintaimu dgn sgt dalam.
bukan aku tapi dia
kau tak tau siapa dia kan?
karna kau tak pernah bisa mlihatnya dgn mata ataupun hatimu.
dia mlihatmu tersnyum.mlhat matamu dgn dalam saat didekatmu brharap kau bisa mmbacanya
kau benar2 pcundang yang takut mncintainya
kau tak punya kberanian lebih untuk mncintainya
kau tak mau mncoba
kau benar2 payah.
percuma saja dia memujimu dgn hatinya yg berantakan
kau benar2 payah.
PAYAH!.
mana mungkin kau bisa mmbnci dirimu sndiri kalo bukan aku yang mmbncinya.cobalah mngerti ada seseorang yang mmbnci skaligus mncintaimu dgn sgt dalam.
bukan aku tapi dia
kau tak tau siapa dia kan?
karna kau tak pernah bisa mlihatnya dgn mata ataupun hatimu.
dia mlihatmu tersnyum.mlhat matamu dgn dalam saat didekatmu brharap kau bisa mmbacanya
kau benar2 pcundang yang takut mncintainya
kau tak punya kberanian lebih untuk mncintainya
kau tak mau mncoba
kau benar2 payah.
percuma saja dia memujimu dgn hatinya yg berantakan
kau benar2 payah.
PAYAH!.
aid nagned natesrep
untukmu H*y ******2'u
kita tak kan kalah ****#u#kan l*g* tenang,
raihlah ketinggian karena mimpi tersenbunyi
di malammu bermimpilah dalam2
krna mimpi awal dari sebuah kehidupan,karna mimpi mengawali sbuah TUJUAN.
kita bisa bertahan lwati ini smua persetan dengan dia.lepaskan masalalu.cobalah maju ke depan.
PERSETAN DENGAN DIA!!!
kita tak kan kalah ****#u#kan l*g* tenang,
raihlah ketinggian karena mimpi tersenbunyi
di malammu bermimpilah dalam2
krna mimpi awal dari sebuah kehidupan,karna mimpi mengawali sbuah TUJUAN.
kita bisa bertahan lwati ini smua persetan dengan dia.lepaskan masalalu.cobalah maju ke depan.
PERSETAN DENGAN DIA!!!
anthem of tomorrow
q trdiam dan biarkan tenggelam pada?waktu yang lama q tetap trdiam
semua ku tinggalkan tanpa alasan.
semua ku tinggalkan dalam tenang.....
pastikan mimpiku tetap brdiri dan tak padam
di sudut yang tlah lama trlupakan....
'* 91:0;/1 2*' "/0#*2-0 '2_0/05/
q bersandar tuk lnjutkan kesEnangan(KETENANGAN)
DAN BIARKAN sinar diri ini padam
berpalinglah bila inginkan damai khayalmu tak kan sirna.
berlari dan, tingglkan asa ragumu
KAU AKAN TERBIASA!!!!!!
pastikan mimpiku akan mnjd nyata(_DALAM TENANG_)
Saturday, July 16, 2011
Ketahuilah bahwa sesungguhnya hidup adalah abadi.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya hidup adalah abadi.
Sesungguhnya tidak ada kematian bagi makhluk setelah dihidupkan. Karena sesungguhnya kehidupan berasal dari kematian. Siklus yang berulang. Karena dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya selama dan ketika hidup.
Bumi adalah pilot project bagi sebuah kehidupan dalam alam semesta ini. Sebuah eksperimen yang sangat panjang untuk sebuah kehidupan. Terutama adalah untuk kehidupan makhluk bernama manusia.
Adalah tugas dan tanggungjawab umat manusia setelah mereka diutus sebagai khalifah di muka bumi, terutama bagi mereka yang hidup pada jaman akhir adalah untuk tetap dan terus menjaga kelangsungan dan kelestarian hidup di muka bumi.
Jika proyek untuk melangsungkan hidup ini gagal, dosa paling berat yang harus dipikul oleh mereka yang hidup pada jaman akhir. Bumi ini seluruhnya menjadi neraka bagi mereka.
Tidur adalah Kenikmatan yang Harus Dibayar Mahal
Tidak banyak orang menyadari bahwa ternyata untuk dapat tidur nyenyak adalah sebuah kenikmatan yang tak ternilai harganya.
Kenikmatan tarhadap makanan lezat masih jauh lebih murah daripada biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli sebuah kenikmatan tidur. Banyak orang yang dapat tidur pulas beberapa menit setelah berbaring. Banyak orang bisa tidur sambil duduk. Bahkan ada orang tertentu dapat tidur sambil berjalan. Golongan orang-orang semacam ini adalah orang yang tidak bisa menghargai kenikmatan tidur atau paling tidak adalah golongan orang yang tidak menyadari tentang kenikmatan tidur. Tidur adalah hal sehari-hari yang biasa yang tidak ada harganya.
Bagi sebagian orang yang lain, adalah suatu hal yang sangat mahal dan berharga untuk dapat tidur terlelap. Mereka harus dengan setia mengunjungi psikiater untuk dapat memperoleh obat, hanya sekedar untuk dapat tidur. Harus selalu mengkonsumsi obat-obat dalam golongan daftar G atau narkotika. Dan tentunya hal ini harus dengan menebus resep dengan harga mahal.
Saya sempat menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang harus membeli tidur. Untuk dapat tidur semalam saya harus menelan obat seharga Rp 10.000,- sekali minum. Obat andalan terakhir adalah Sizoril atau Clozaril untuk merek dagang dari Clozapine. Obat jenis lain sudah tidak mampu menidurkan saya kecuali injeksi dengan obat bius.
Tuhan tidak mengantuk dan tidak tidur.
Adalah potongan ayat dari ayat kursi yang menjadi pemicu atau penyebab saya tidak bisa tidur, waktu itu. Syukurlah saat ini saya sudah tidak terlalu terganggu oleh problem tidur. Meski masih sulit tidur, saya sudah tidak lagi tergantung pada obat tidur.
Dalam rangka berupaya mendekatkan diri dan makrifatullah, setelah mempelajari ayat kursi, saya mulai tirakat untuk tidak tidur. Awalnya adalah tidak tidur selama 3 hari nonstop, kemudian 7 hari nonstop.
Bagaimana mungkin saya dapat mengakui bahwa saya adalah seorang hamba jika sehari-hari kerjanya hanya tidur. Ketika mengetahui dari ayat kursi di atas, bahwa Tuhan tidak mengantuk dan tidak tidur. Padahal sudah bekerja sepanjang masa menciptakan alam semesta dan segala makhluk. Berjaga sepanjang hari sepanjang masa. Dan sampai saat ini masih selalu berjaga bekerja memberi petunjuk kepada hamba-hamba atau orang lain yang dikehendaki. Senantiasa mengurus makhluk.
Wallahu ‘alam bisahawab.
tuhan bukan kata makian
by Andik Fajarill Muhammad on Saturday, March 5, 2011 at 9:33pm
Setiap terbangun di pagi hari, selalu ada rencana yang tersusun di dalam benak diri, akan ke manakah hari ini. Melakukan sesuatu, beraktivitas dan pergi keluar rumah. Menyusuri waktu, mengisinya dengan hal-hal berguna. Berangkat ke kantor bagi karyawan, menuju kampus atau sekolah bagi pelajar, pergi ke pasar bagi ibu rumah tangga dan terus berpeluang bagi yang belum berpenghasilan tatap
Tapi apakah pernah terpikir, bangun di satu pagi tanpa rancangan dan susunan rencana?
Bangun dalam kondisi bingung mau berbuat apa karena memang tak ada yang bisa dikerjakan akibat keterbatasan kemampuan. Tatapan mata kosong, memandang waktu yang terus bergulir sampai di penghujung, menjalani hari tanpa ekspresi juga pikiran yang sehat, memadati sudut-sudut jalan dan ujung-ujung gang dengan ketidakmampuan diri dalam berkompetisi di kehidupan.
Sampai ada yang menghampiri, mengulurkan tangan untuk dijadikan orang yang berguna.
Diajari segala kebaikan dalam format agama.
Apapun adanya, segala kebaikan itu harus berguna bagi orang banyak, tak hanya kebaikan dalam sudut pandang sendiri, golongan, apalagi pribadi.
Namun anehnya, ketika kebathilan terpampang gamblang di muka bumi, semuanya diperangi. Dibabat habis atas nama kebenaran dan agama. Berteriak lantang menyebut-nyebut nama Tuhan lantas memukul orang, membakar tempat, bahkan membunuh jiwa-jiwa yang masih labil dan bingung dengan kehidupan di masa sekarang.
Lantas apa bedanya dengan kalimat geram yang dilontarkan saat melakukan????he he he
Tak beda dengan perkelahian jalanan di mana sebelum memukul, sang jagoan harus mengeluarkan kalimat makian dan umpatan kotor.
"jancuk"
"Anjing!"
"Setan!"
"Bangsat!"
"Kont***!" (Sensor!)
"Ngent***!" (Sensor!)
ASS#
KEPA##T Dsb,,,
jg Dan sebagainya, dan sebagainya, lantas aksi itu dilakukan. Memukul, menghantam, menganiaya, membakar tempat, juga membunuh banyak jiwa, seolah kebenaran hanya ada dalam dirinya sendiri tanpa kompromi. Kebenaran subyektif yang tidak mau memperhatikan bahwa objek penderitanya juga masih bingung menghadapi kehidupan yang serba semu, menjalani hari dan waktu dalam labil, berada di tengah-tengah kegalauan masa yang serba membingungkan antara yang baik dan yang buruk, antara yang halal dan yang haram.
Format apa pula yang membuat kita harus mengambil-alih peran Tuhan dalam bentukan penghakiman?
* * * * *
Dalam satu riwayat dikisahkan ada seorang murid dari sebuah pesantren. Satu ketika ia berubah total dari aturan pesantren. Bila di keseharian seragam pesantren adalah putih-putih sebagai simbol kesucian, ia berganti rupa memakai kostum warna hitam-hitam. Hari-hari dilewati dengan selalu menunduk, diam dan tak banyak bicara.
Sampai ada salah seorang temannya yang peduli, bertanya;
"Kamu ini ada apa? Hari-harimu diisi dengan banyak diam dan murung, ditambah lagi kenapa kamu berpakaian hitam-hitam begitu? Kamu mengerti 'kan kalau seragam pesantren kita itu putih-putih? Nanti kalau Kyai marah bagaimana? Ada apa sebenarnya? Bila ada apa-apa ceritakan ke aku saja, aku ini sahabatmu, siapa tahu aku bisa membantu..."
"Tak ada apa-apa, saya hanya sedang bersedih, saya sedang berkabung..."
"Innalillahi wa inna illaihi roji'un! Siapa yang meninggal? Siapa?"
"Yang meninggal bukan siapa-siapa, kamu pasti takkan mau tau siapa yang meninggal..."
"Eh, kita ini Muslim, sebagai Muslim kita ini bersaudara dan sudah sewajarnya juga kita sebagai sesama Muslim harus saling bantu-membantu dalam kebaikan. Siapa yang meninggal? Aku harus tahu dong!"
"Itu... Tuhanku yang meninggal..."
"Astaghfirullah al adzim! Murtad kamu!"
Si teman itu berlalu meninggalkan santri yang masih saja terdiam dan tertunduk sedih, mengadukan pada Sang Kyai perihal kemurtadan rekannya yang berbaju hitam-hitam. Muka Kyai merah padam mendengarnya dan ia langsung memanggil santrinya yang dianggap sudah menyimpang, menyidangnya, lalu menanyakan segala alasan-alasan atas kemurtadan itu.
"Saya dengar kamu mengatakan tuhan kamu sudah meninggal. Kamu tau resikonya menjadi murtad dengan perkataan itu?"
"Saya tahu Kyai, saya sadar atas apa yang sudah saya ucapkan. Saya juga siap menerima resiko atas apa yang sudah saya ucapkan itu..."
Berdasarkan hukum yang berlaku, santri berseragam hitam-hitam yang dianggap murtad itu lalu dikubur sebatas kepala dan siap untuk dihukum rajam, dihadiri oleh murid-murid lainnya di pesantren. Namun sebelum hukuman dilaksanakan, Kyai yang berusaha menyelami pikirannya, menanyakan lagi ketegasan atas perkataan itu.
"Sebelum hukuman dilaksanakan, saya ingin menanyakan alasan perkataan itu juga permintaan kamu terakhir kali. Apa maksud kamu mengatakan tuhan itu sudah mati? Apa benar menurutmu Tuhan sudah mati? Sebenarnya siapa Tuhan kamu? Apa permintaan terakhirmu sebelum hukuman ini dilaksanakan?"
"Benar Kyai. Tuhan saya sudah mati. Selama ini saya salah memilih Tuhan dan tuhan yang saya sembah itu sudah mati. Saya tak ada permintaan apa-apa. Silahkan bila Kyai ingin menghukum. Saya ikhlas, saya rela..."
Sang Kyai menggeleng-gelengkan kepala. Ada geram karena ilmu yang diajarkannya tak masuk ke otak dan hati muridnya ini. Ia berkata pada santri berbaju hitam-hitam itu sebelum hukuman dilaksanakan.
"Sekarang! Sebutkan kalimat Ilahiyah sebelum hukuman ini dijalankan untuk memudahkan kematianmu! Lancang sekali kamu mengatakan bahwa Tuhan itu sudah mati! Siapa sebenarnya Tuhan yang kamu sembah?!"
"Tuhan yang saya sembah selama ini bukan Allah SWT, tuhan yang saya sembah selama ini adalah iri, dengki, kebencian, kehasutan, kesombongan, dan kebenaran atas dasar subyektivitas pribadi. Tuhan-tuhan saya itu sekarang sudah mati. Silahkan bila Kyai ingin menghukum. Saya sudah siap, saya ikhlas dan saya rela... Asyhadu alla illaha illa Allah, wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah..."
Batu-batu yang dipegang oleh para guru dan murid di pesantren, yang sekiranya siap dilontarkan untuk santri yang dianggap murtad, terjatuh lunglai dari tangan mereka. Genangan air yang ada di pelupuk mata makin membuncah, tumpah membasahi pipi mereka masing-masing. Sang Kyai dengan hati tak karuan, mengangkat santri yang terkubur sebatas kepala yang dianggapnya murtad tadi, memeluknya erat, lalu menciumnya dengan penuh haru.
"Terima kasih ya Allah, sudah memberikan kami pelajaran yang sangat berharga di pagi ini..."
<span>Sumber cerita</span>: Kisah-kisah sufi, judul bukunya lupa, udah lama banget soalnya...
* * * * *
Susahnya hidup di dunia yang serba semu, segala sesuatu didasarkan kebenaran atas subyektifitas pribadi. Kehidupan yang kibriya, kehidupan yang tak mengenal batas antara halal dan haram menjadi sulit untuk dipilih.
Hal-hal apa pula yang membuat manusia ingin menghapus keberagaman yang ada hingga segala sesuatu itu harus dibentuk menjadi sama warna dan serupa?
Ya Tuhan, berikanlah kami selalu hal-hal yang terbaik, meski kami teramat sering menjauhi-Mu, membuang-Mu dalam kata-kata makian kami, menjadikan-Mu simbol-simbol belaka dalam kehidupan. Dekatkan hati kami dengan-Mu ya Tuhan...
Posted by andix fajarill at 8:39 AM
Tapi apakah pernah terpikir, bangun di satu pagi tanpa rancangan dan susunan rencana?
Bangun dalam kondisi bingung mau berbuat apa karena memang tak ada yang bisa dikerjakan akibat keterbatasan kemampuan. Tatapan mata kosong, memandang waktu yang terus bergulir sampai di penghujung, menjalani hari tanpa ekspresi juga pikiran yang sehat, memadati sudut-sudut jalan dan ujung-ujung gang dengan ketidakmampuan diri dalam berkompetisi di kehidupan.
Sampai ada yang menghampiri, mengulurkan tangan untuk dijadikan orang yang berguna.
Diajari segala kebaikan dalam format agama.
Apapun adanya, segala kebaikan itu harus berguna bagi orang banyak, tak hanya kebaikan dalam sudut pandang sendiri, golongan, apalagi pribadi.
Namun anehnya, ketika kebathilan terpampang gamblang di muka bumi, semuanya diperangi. Dibabat habis atas nama kebenaran dan agama. Berteriak lantang menyebut-nyebut nama Tuhan lantas memukul orang, membakar tempat, bahkan membunuh jiwa-jiwa yang masih labil dan bingung dengan kehidupan di masa sekarang.
Lantas apa bedanya dengan kalimat geram yang dilontarkan saat melakukan????he he he
Tak beda dengan perkelahian jalanan di mana sebelum memukul, sang jagoan harus mengeluarkan kalimat makian dan umpatan kotor.
"jancuk"
"Anjing!"
"Setan!"
"Bangsat!"
"Kont***!" (Sensor!)
"Ngent***!" (Sensor!)
ASS#
KEPA##T Dsb,,,
jg Dan sebagainya, dan sebagainya, lantas aksi itu dilakukan. Memukul, menghantam, menganiaya, membakar tempat, juga membunuh banyak jiwa, seolah kebenaran hanya ada dalam dirinya sendiri tanpa kompromi. Kebenaran subyektif yang tidak mau memperhatikan bahwa objek penderitanya juga masih bingung menghadapi kehidupan yang serba semu, menjalani hari dan waktu dalam labil, berada di tengah-tengah kegalauan masa yang serba membingungkan antara yang baik dan yang buruk, antara yang halal dan yang haram.
Format apa pula yang membuat kita harus mengambil-alih peran Tuhan dalam bentukan penghakiman?
* * * * *
Dalam satu riwayat dikisahkan ada seorang murid dari sebuah pesantren. Satu ketika ia berubah total dari aturan pesantren. Bila di keseharian seragam pesantren adalah putih-putih sebagai simbol kesucian, ia berganti rupa memakai kostum warna hitam-hitam. Hari-hari dilewati dengan selalu menunduk, diam dan tak banyak bicara.
Sampai ada salah seorang temannya yang peduli, bertanya;
"Kamu ini ada apa? Hari-harimu diisi dengan banyak diam dan murung, ditambah lagi kenapa kamu berpakaian hitam-hitam begitu? Kamu mengerti 'kan kalau seragam pesantren kita itu putih-putih? Nanti kalau Kyai marah bagaimana? Ada apa sebenarnya? Bila ada apa-apa ceritakan ke aku saja, aku ini sahabatmu, siapa tahu aku bisa membantu..."
"Tak ada apa-apa, saya hanya sedang bersedih, saya sedang berkabung..."
"Innalillahi wa inna illaihi roji'un! Siapa yang meninggal? Siapa?"
"Yang meninggal bukan siapa-siapa, kamu pasti takkan mau tau siapa yang meninggal..."
"Eh, kita ini Muslim, sebagai Muslim kita ini bersaudara dan sudah sewajarnya juga kita sebagai sesama Muslim harus saling bantu-membantu dalam kebaikan. Siapa yang meninggal? Aku harus tahu dong!"
"Itu... Tuhanku yang meninggal..."
"Astaghfirullah al adzim! Murtad kamu!"
Si teman itu berlalu meninggalkan santri yang masih saja terdiam dan tertunduk sedih, mengadukan pada Sang Kyai perihal kemurtadan rekannya yang berbaju hitam-hitam. Muka Kyai merah padam mendengarnya dan ia langsung memanggil santrinya yang dianggap sudah menyimpang, menyidangnya, lalu menanyakan segala alasan-alasan atas kemurtadan itu.
"Saya dengar kamu mengatakan tuhan kamu sudah meninggal. Kamu tau resikonya menjadi murtad dengan perkataan itu?"
"Saya tahu Kyai, saya sadar atas apa yang sudah saya ucapkan. Saya juga siap menerima resiko atas apa yang sudah saya ucapkan itu..."
Berdasarkan hukum yang berlaku, santri berseragam hitam-hitam yang dianggap murtad itu lalu dikubur sebatas kepala dan siap untuk dihukum rajam, dihadiri oleh murid-murid lainnya di pesantren. Namun sebelum hukuman dilaksanakan, Kyai yang berusaha menyelami pikirannya, menanyakan lagi ketegasan atas perkataan itu.
"Sebelum hukuman dilaksanakan, saya ingin menanyakan alasan perkataan itu juga permintaan kamu terakhir kali. Apa maksud kamu mengatakan tuhan itu sudah mati? Apa benar menurutmu Tuhan sudah mati? Sebenarnya siapa Tuhan kamu? Apa permintaan terakhirmu sebelum hukuman ini dilaksanakan?"
"Benar Kyai. Tuhan saya sudah mati. Selama ini saya salah memilih Tuhan dan tuhan yang saya sembah itu sudah mati. Saya tak ada permintaan apa-apa. Silahkan bila Kyai ingin menghukum. Saya ikhlas, saya rela..."
Sang Kyai menggeleng-gelengkan kepala. Ada geram karena ilmu yang diajarkannya tak masuk ke otak dan hati muridnya ini. Ia berkata pada santri berbaju hitam-hitam itu sebelum hukuman dilaksanakan.
"Sekarang! Sebutkan kalimat Ilahiyah sebelum hukuman ini dijalankan untuk memudahkan kematianmu! Lancang sekali kamu mengatakan bahwa Tuhan itu sudah mati! Siapa sebenarnya Tuhan yang kamu sembah?!"
"Tuhan yang saya sembah selama ini bukan Allah SWT, tuhan yang saya sembah selama ini adalah iri, dengki, kebencian, kehasutan, kesombongan, dan kebenaran atas dasar subyektivitas pribadi. Tuhan-tuhan saya itu sekarang sudah mati. Silahkan bila Kyai ingin menghukum. Saya sudah siap, saya ikhlas dan saya rela... Asyhadu alla illaha illa Allah, wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah..."
Batu-batu yang dipegang oleh para guru dan murid di pesantren, yang sekiranya siap dilontarkan untuk santri yang dianggap murtad, terjatuh lunglai dari tangan mereka. Genangan air yang ada di pelupuk mata makin membuncah, tumpah membasahi pipi mereka masing-masing. Sang Kyai dengan hati tak karuan, mengangkat santri yang terkubur sebatas kepala yang dianggapnya murtad tadi, memeluknya erat, lalu menciumnya dengan penuh haru.
"Terima kasih ya Allah, sudah memberikan kami pelajaran yang sangat berharga di pagi ini..."
<span>Sumber cerita</span>: Kisah-kisah sufi, judul bukunya lupa, udah lama banget soalnya...
* * * * *
Susahnya hidup di dunia yang serba semu, segala sesuatu didasarkan kebenaran atas subyektifitas pribadi. Kehidupan yang kibriya, kehidupan yang tak mengenal batas antara halal dan haram menjadi sulit untuk dipilih.
Hal-hal apa pula yang membuat manusia ingin menghapus keberagaman yang ada hingga segala sesuatu itu harus dibentuk menjadi sama warna dan serupa?
Ya Tuhan, berikanlah kami selalu hal-hal yang terbaik, meski kami teramat sering menjauhi-Mu, membuang-Mu dalam kata-kata makian kami, menjadikan-Mu simbol-simbol belaka dalam kehidupan. Dekatkan hati kami dengan-Mu ya Tuhan...
Posted by andix fajarill at 8:39 AM
Wednesday, July 13, 2011
MISTERI ANGKA 666 DENGAN BARCODE
666 dalam angka romawi = DCLXVI ( D = 500, C = 100, L = 50, X = 10, V = 5, I =1). Angka 666 dalam bahasa latin diartikan DIC LVX = “dicit lux” – suara cahaya. Anda tahu kan dalam bahasa latin Lucifer (Lux Ferre) adalah sipembawa cahaya atau SETAN. Artinya angka 666 itu identik dengan angka setan.
Hubungannya apa angka 666 dengan teknologi ? Anda pasti tahu barcode ? coba perhatikan jumlahnya pasti 13 (katanya angka sial) dan angka di awal, tengah, dan akhir, akan ada dua garis paling panjang dan dalam istilah barcode dua garis tersebut melambangkan angka enam. Dan anda perhatikan setiap barcode, setelah atau sebelum dua garis panjang tersebut tidak ada garis yang melambangkan angka enam.
Marry Stewart Reffle dalam bukunya “666 the New Money System” (1982) meringkas bahaya dari konspirasi dalam barcode : “Penerapan teknologi Barcode pertama kali dilakukan pada produk barang, disusul kemudian pada kartu, dan akan merubah menjadi sesuatu yang mengerikan dalam masyarakat yang tidak lagi menggunakan uang kontan…”
Artinya, konspirasi akan menyedot uang masyarakat ke dalam brangkas bank (Amerika), juga emas dan segala batu mulia, sedangkan di tengah masyarakat mereka hanya diberikan ‘uang plastik’. Dan ini merupakan muslihat dari Amerika ketika semua orang tunduk kepada konspirasi buatan Amerika tersebut.
MISTERI ANGKA 666 DENGAN KOMPUTER
Kebanyakan orang 666 merupakan angka setan. Saya akan menunjukkan hubungan angka tersebut dengan produk hasil kemajuan teknologi, komputer…
Coba anda ubah setiap huruf dalam COMPUTER dengan angka berdasarkan urutan abjad alphabet. lalu setiap angka di kali enam dan dijumlahkan.
Yang saya sadari sekarang, bahwa teknologi memang membuat dunia semakin berantakan, hancur, manusia semakin lemah, dan membuat manusia anti sosial. Bayangkan mungkin beberapa tahun lagi kita kuliah atau kerja tidak usah masuk kedalam ruangan kuliah dan kerja. Sebenarnya anak sekolah bukan pelajarannya yang sangat penting mereka dapat, tetapi kehidupan sosialnya yang sangat dibutuhkan.
Hubungannya apa angka 666 dengan teknologi ? Anda pasti tahu barcode ? coba perhatikan jumlahnya pasti 13 (katanya angka sial) dan angka di awal, tengah, dan akhir, akan ada dua garis paling panjang dan dalam istilah barcode dua garis tersebut melambangkan angka enam. Dan anda perhatikan setiap barcode, setelah atau sebelum dua garis panjang tersebut tidak ada garis yang melambangkan angka enam.
Barcode 666
Artinya, konspirasi akan menyedot uang masyarakat ke dalam brangkas bank (Amerika), juga emas dan segala batu mulia, sedangkan di tengah masyarakat mereka hanya diberikan ‘uang plastik’. Dan ini merupakan muslihat dari Amerika ketika semua orang tunduk kepada konspirasi buatan Amerika tersebut.
MISTERI ANGKA 666 DENGAN KOMPUTER
Kebanyakan orang 666 merupakan angka setan. Saya akan menunjukkan hubungan angka tersebut dengan produk hasil kemajuan teknologi, komputer…
Coba anda ubah setiap huruf dalam COMPUTER dengan angka berdasarkan urutan abjad alphabet. lalu setiap angka di kali enam dan dijumlahkan.
C = 3 * 6 = 18
O = 15 * 6 = 90
M = 13 *6 = 78
P = 16 * 6 = 96
U = 21 * 6 = 126
T = 20 * 6 = 120
E = 5 * 6 = 30
R = 18 * 6 = 108
_____________ +
666
Mungkin apabila dibandingkan dengan angka 666 yang disebut merupakan angka setan, produk dari kemajuan teknologi seperti komputer, barkode, atau yang lain yang belum sempat di teliti, menjelaskan bahwa semakin maju teknologi semakin berantakan dunia ini.O = 15 * 6 = 90
M = 13 *6 = 78
P = 16 * 6 = 96
U = 21 * 6 = 126
T = 20 * 6 = 120
E = 5 * 6 = 30
R = 18 * 6 = 108
_____________ +
666
Yang saya sadari sekarang, bahwa teknologi memang membuat dunia semakin berantakan, hancur, manusia semakin lemah, dan membuat manusia anti sosial. Bayangkan mungkin beberapa tahun lagi kita kuliah atau kerja tidak usah masuk kedalam ruangan kuliah dan kerja. Sebenarnya anak sekolah bukan pelajarannya yang sangat penting mereka dapat, tetapi kehidupan sosialnya yang sangat dibutuhkan.
Stranger In My Blanket
U ruined everything
U took my life from me
I was good why can't u see
Look what you've done to me
In the dark, out of side
U would hide, and u rule my space
In the end, I found you're phony face
U better be brave u get to face the groove
Don't u ever me up with two face
Now I get to run to choose and try to winning the race
I'll take u to the place, u can't never replace
U start to burn my rage blow it
Straight up to space
I give a smack on your face for your bloody disgrace
I was good why can't u see
Look what you've done to me
In the dark, out of side
U would hide, and u rule my space
In the end, I found you're phony face
Enemy in the blanket
Drop to the casket
Enemy, enemy
Stranger in the blanket
U are my enemy
Start to get wicked
Don't mess with me
Don't mess with big bad wolf
U took my life from me
I was good why can't u see
Look what you've done to me
In the dark, out of side
U would hide, and u rule my space
In the end, I found you're phony face
U better be brave u get to face the groove
Don't u ever me up with two face
Now I get to run to choose and try to winning the race
I'll take u to the place, u can't never replace
U start to burn my rage blow it
Straight up to space
I give a smack on your face for your bloody disgrace
I was good why can't u see
Look what you've done to me
In the dark, out of side
U would hide, and u rule my space
In the end, I found you're phony face
Enemy in the blanket
Drop to the casket
Enemy, enemy
Stranger in the blanket
U are my enemy
Start to get wicked
Don't mess with me
Don't mess with big bad wolf
A Repentance lyrics
by Andik Fajarill Muhammad on Sunday, July 10, 2011 at 10:23am
Listen to me, I'm talking to you
Stop thinking about your self and start to pay respect
Hey
Listen to me, I'm talking to you
Don't make anymore mess, stop trying to kill your self
Hey
You've promised me, I believe in you
Don't make mistakes
'Cause no matter what you did, it's your choice
Hey, take your time
Gotta Diggin' it, Fillin' it,
Checkin' it, drain your soul
Go bless your heart
Purgatory A Repentance lyrics found on http://www.lyricsoncall.com/lyrics/purgatory/a-repentance-lyrics.html
Hey... Get up... Get up for your life
Don't you die... Never give up
Don't you hate... Now get up for your life
Aku bukanlah membenci dan aku takkan tertawa
hanya ingin akhiri semua yang kurasakan
Aku bukanlah membenci dan aku takkan tertawa
hanya ingin lepas bebas
Semua yang telah terjadi adalah isyarat-isyarat untuk kau mengerti
Lihatlah lebih jelas dan pasti, hidupmu jauh lebih berarti dari semua keluhmu
Berhentilah merasa kau lah yang paling tersiksa diantara yang lainnya
Sadarilah, kau pun tahu bahwa sebenarnya kau sudah tidak lagi buta
After all the places you've been, all the choices in life you've seen
Would you live your life with no despair
For the tears and pain you've given, and sins you beg to be forgiven
Believe me, GOD won't leave you there
Hellacious Infidel l
by Andik Fajarill Muhammad on Sunday, July 10, 2011 at 10:24am
Hellacious Infidel
Mungkin aku sudah bosan
dengan s gala basa-basi
Lifestyle, obsession and damnation
Freewill, prostitution, fornication
Mungkin aku tak peduli
suatu saat akan mati
Dope mine, drug illusion to stratosphere
Angel dust, modern syndrome fantasy
Yeah, to stratosphere... Yeah, fantasy
Some people sold their soul to be damned
to get the grosses up on those fake happiness
Even though life will began after death
Some people sold their soul to be damned
Don't shed any tears for me, too much sins for me to confess
I'm just too dirty to bow-down myself
Put to death in fear or purity
I've tried to escape before
but it seemed temptations blocks my way out forever
I've dried my tears for all my faults
but I still can't stop this sins addiction ever
This body needs to fight the enemy I breed inside
Many things in this life need to be done before I die
Mungkin aku sudah bosan dengan segala basa-basi
Mungkin aku tak peduli suatu saat akan mati
Seharusnya ku berhenti dan tak pernah ingin kembali
Semestinya kupaksakan walau sakit ini takkan hilang
Tolong TUHAN, lepaskan aku
dari semua yang menjauhkanku dari Mu
Tolong TUHAN, izinkan aku
suatu saat mati hanya di jalan Mu
Mungkin aku sudah bosan
dengan s gala basa-basi
Lifestyle, obsession and damnation
Freewill, prostitution, fornication
Mungkin aku tak peduli
suatu saat akan mati
Dope mine, drug illusion to stratosphere
Angel dust, modern syndrome fantasy
Yeah, to stratosphere... Yeah, fantasy
Some people sold their soul to be damned
to get the grosses up on those fake happiness
Even though life will began after death
Some people sold their soul to be damned
Don't shed any tears for me, too much sins for me to confess
I'm just too dirty to bow-down myself
Put to death in fear or purity
I've tried to escape before
but it seemed temptations blocks my way out forever
I've dried my tears for all my faults
but I still can't stop this sins addiction ever
This body needs to fight the enemy I breed inside
Many things in this life need to be done before I die
Mungkin aku sudah bosan dengan segala basa-basi
Mungkin aku tak peduli suatu saat akan mati
Seharusnya ku berhenti dan tak pernah ingin kembali
Semestinya kupaksakan walau sakit ini takkan hilang
Tolong TUHAN, lepaskan aku
dari semua yang menjauhkanku dari Mu
Tolong TUHAN, izinkan aku
suatu saat mati hanya di jalan Mu
Thursday, July 7, 2011
ABSTRAK
Mistik atau yang berhubungan dengan alam gaib ahir-ahir ini makin marak dan diminati oleh masyarakat. Baik itu lewat tayangan televisi maupun lewat tulisan seperti majalah gaib dan Koran Merapi memuat tentang mistik. Maksud dari kajian ini adalah untuk mengetahui tujuan Koran Merapi dalam sajian artikel mistik pada rubrik supranatural yaitu kolom jagat lelembut. Serta mengkaji artikel mistik dalam Koran Merapi berdasarkan sudut pandang Islam yakni mistisisme dalam Islam berdasarkan Qur'an dan hadist.
Dilihat dari jenisnya, kajian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif. Oleh karena itu sumber datanya terdiri dari bahan-bahan tertulis baik lisan ataupun tulisan yang ada pada Koran Merapi. Pada penelitian ini, metode diskriptif tidak lebih daripada penelitian yang bersifat penemuan fakta-fakta seadanya (Fact Finding). Sumber datanya berupa data primer berupa tulisantulisan baik berita ataupun artikel yang berkenaan dengan mistik dalam Koran Merapi. Dan sumber yang kedua adalah data sekunder yang diperoleh dari bukubuku tentang mistik termasuk kajian atau penafsiran-penafsiran dan kajian tentang mistisisme.
Sedangkan analisis yang dilakukan untuk memperoleh data kualitatif yang pada ahirnya mendapat gambaran diskriftif tentang ini artikel mistik dalam Koran Merapi. Artikel mistik yang dikaji disini adalah artikel yang terdapat dalam rubrik supranatural yaitu pada kolom jagat lelembut.
Dari kajian yang dilakkan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa tujuan Koran Merapi menyajikan artikel mistik disebabkan karena pangsa pasar, dimana belum ada koran lain yang memuat tentang mistik. Fungsi dan tujuan adanya artikel mistik yang lainnya adalah sebagai hiburan, yakni memberikan nuansa entertain pada sajian kisah-kisah menakutkan tentang kematian, kuburan, hantu dan sebagainya.
Artikel yang disajikan bersumber pada buku-buku lama yang tidak di baca orang, selain itu dengan mewawancarai orang tua yang tahu akan masa lalu. Hal ini bertujuan untuk melestarikan sejarah, agar tidak hilang. Kajian artikel mistik berdasarkan mistisisme Islam yakni Qur'an Dan Hadist agar masyarakat dapat belajar lebih tentang keimanan kepada hal gaib. Dari artikel tersebut ditemukan
banyak persepsi, angapan ataupun kepercayaan masyarakat yang masih menganut animisme dan dinamisme.
4n9erball
by Fajar Darknezz Underdeath on Thursday, July 7, 2011 at 9:37pm
Debu dalam paru-paru, darah mengucur dari mulutku
Aku menyaksikan kematian...
Kesedihan dan kepedihan, sakit dan luka
Semua tuduhan, pertanyaan tanpa jawaban dan segala akibatnya
Penolakan dan kebencian, mengharapkan sesuatu yang sia-sia
Semua kebencian, semua kemarahan, semua kerusakan yang telah kuperbuat
Beri aku kekuatan untuk memenangkan pertempuran ini
kekuatan yang pasti, aku akan bertarung dengan setan
Manusia yang jatuh bisa dibangunkan, manusia yang rusak bisa disembuhkan
Meskipun harus menelan sepahit racun, memeluk rasa takut
Jatuh lepas... Neraka menunggu...
Terengah-engah di napas terakhir
Hamba berserah kepada-MU, tanpa kata
hamba baringkan hati ini atas kuasa-MU dalam sujudku
Hamba berserah kepada-MU, hanya bisa bilang
hamba masih percaya akan kebenaran yang kelak menunjukkan jalan hamba
Kelemahan...
kemauan dan kekuatan yang aku butuhkan hilang di setiap langkahku
Jangan vonis aku freak, aku sedang menghadapi setan dalam diriku sendiri
Brutal, berontak, tidak peduli, keras kepala, egois, sombong, drugs dan kekacauan
keluar semua dari jiwa yang mati
Gejala kemarahan... gejala kebencian...
gejala kemurkaan... gejala angkara murka...
mengarah ke aniaya... mengarah ke kesewenangan...
memberi makan emosi...
Seharusnya kita... lawan... paksakan...
(berserah kepada-MU)
Mungkin aku benar, mungkin aku salah
Perjuangan sia-sia ini, memakan waktu terlalu lama
Akankah ENGKAU menyelamatkan hamba...
Akankah ENGKAU menyelamatkan hamba dari diri sendiri...
Akankah ENGKAU bawa hamba kembali pulang...
--inspired from Qur'an Surah Ali 'Imraan (3) ayat 133-134 ...and:
Orang yang kuat bukanlah orang yang hebat dalam bertengkar, sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan emosi ketika harus marah" (HR. Bukhari)
LORDS OF WAR (ahli Naar) "Pecandu Perang (ahli Neraka) "
by Fajar Darknezz Underdeath on Thursday, July 7, 2011 at 9:42pm
Jangan (pernah) bilang kau tahu, tapi tak pernah mengerti dan merasakan apa yang kau lihat
Jangan (pernah) bilang kau benar, tapi tak pernah melihat dan merasakan (sebagai) apa-apa yang kau salahkan
Kau bilang kau besar dan kuat, dan tak pernah ada yang salah dalam segala perbuatanmu
Kau bilang kau baik dan perkasa, kau bilang tak masalah di saat kau membunuh
Pecandu perang... kau (benar-benar) mempersiapkan dirimu ke nerakamu
Pecandu perang... kau benar-benar menginginkan siska neraka
Mati... ahli Naar... Membusuk... ahli Naar...
Jangan bilang kau benar di saat kau (benar-benar) salah
Kau membenarkan perbuatanmu membunuh
Jangan bilang kau benar di saat kau (benar-benar) salah
Kau menutup mata di saat kau membunuh
Sesungguhnya manusia telah melewati batas-batasnya
Terlambat sudah...
Semua yang kulihat kau menjatuhkan bom di tempat bermain anak-anak
Dengan segala kebencian kau ciptakan perang
Manusia-manusia tak beriman, sesungguhnya bagi mereka adalah seberat-beratnya hukuman
Ini bukan tentang kami, karena kami percaya
Semoga ALLAH ampuni dosa-dosa kami
--inspired from [2 : 11] , [15 : 39] , [42 : 42]
Jangan (pernah) bilang kau benar, tapi tak pernah melihat dan merasakan (sebagai) apa-apa yang kau salahkan
Kau bilang kau besar dan kuat, dan tak pernah ada yang salah dalam segala perbuatanmu
Kau bilang kau baik dan perkasa, kau bilang tak masalah di saat kau membunuh
Pecandu perang... kau (benar-benar) mempersiapkan dirimu ke nerakamu
Pecandu perang... kau benar-benar menginginkan siska neraka
Mati... ahli Naar... Membusuk... ahli Naar...
Jangan bilang kau benar di saat kau (benar-benar) salah
Kau membenarkan perbuatanmu membunuh
Jangan bilang kau benar di saat kau (benar-benar) salah
Kau menutup mata di saat kau membunuh
Sesungguhnya manusia telah melewati batas-batasnya
Terlambat sudah...
Semua yang kulihat kau menjatuhkan bom di tempat bermain anak-anak
Dengan segala kebencian kau ciptakan perang
Manusia-manusia tak beriman, sesungguhnya bagi mereka adalah seberat-beratnya hukuman
Ini bukan tentang kami, karena kami percaya
Semoga ALLAH ampuni dosa-dosa kami
--inspired from [2 : 11] , [15 : 39] , [42 : 42]
A repetance
by Fajar Darknezz Underdeath on Thursday, July 7, 2011 at 11:04pm
Dengar, berhentilah berbuat kerusuhan dan hentikanlah usaha bunuh dirimu
Kau sudah berjanji untuk tak lagi berbuat kesalahan, apapun yang kau lakukan itu adalah pilihanmu
Merenunglah sejenak... Lihatlah lagi lebih jeli ke dalam dirimu, izinkan hatimu bicara
Bangkitlah… Bangkitlah untuk hidupmu
Janganlah kau pilih mati dulu… jangan menyerah
Janganlah kau membenci… Bangkitlah untuk hidupmu
Aku bukanlah membenci, dan aku takkan tertawa
hanya ingin akhiri semua yang kurasakan
Aku bukanlah membenci, dan aku takkan tertawa
hanya ingin lepas bebas
Semua yang telah terjadi (adalah) isyarat untuk kau mengerti
Lihatlah lebih jelas dan pasti, hidupmu berarti
Berhentilah merasa kau lah yang paling tersiksa
Sadarilah, kau tak lagi buta...
Semua tempat yang pernah kau datangi, semua pilihan dalam hidup yang telah kau mengerti,
tidakkah kau ingin hidup tanpa keputus-asaan?
Setiap tangis dan rasa sakit yang kau rasakan, dan dosa-dosa yang kau mohonkan ampunan,
Percayalah, ALLAH tidak akan meninggalkanmu begitu saja
Paranoia lyrics
Paranoia lyrics by Purgatory
(you feel paranoid)
(you smoke marijuana)
bicara seperti tahu semua masalah dunia
tak peduli orang yang benci dan
merasa diri suci dan
menganggap orang rendah
percuma memang percuma
dia pikir kita gila (paranoia)
kau bilang koruptor itu sampah
kau bilang pejabat itu rendah
kau bilang hakim itu serakah
kau bilang jaksa pun tukang paksa
kau bilang polisi mati rasa
kau bilang prampok di singgasana
celaka kau tak sadar juga
ocehanmu semakin parah
Wake up, don't you think you're just too high?
You can not choose wrong or right
Your mouth can't talk at the right side
I know you just need some light
mengapa bisuku ingin dengar suaramu
mengapa malu ikuti suara hatimu
lupakan semua jangan pernah kau kembali
basuhlah hati nurani
I'm tired of waiting
When stupidity fuck up your mind
I'm trapped in boredom
When nobody makes my day
I'm overburdened
(you feel paranoid)
(you smoke marijuana)
bicara seperti tahu semua masalah dunia
tak peduli orang yang benci dan
merasa diri suci dan
menganggap orang rendah
percuma memang percuma
dia pikir kita gila (paranoia)
kau bilang koruptor itu sampah
kau bilang pejabat itu rendah
kau bilang hakim itu serakah
kau bilang jaksa pun tukang paksa
kau bilang polisi mati rasa
kau bilang prampok di singgasana
celaka kau tak sadar juga
ocehanmu semakin parah
Wake up, don't you think you're just too high?
You can not choose wrong or right
Your mouth can't talk at the right side
I know you just need some light
mengapa bisuku ingin dengar suaramu
mengapa malu ikuti suara hatimu
lupakan semua jangan pernah kau kembali
basuhlah hati nurani
I'm tired of waiting
When stupidity fuck up your mind
I'm trapped in boredom
When nobody makes my day
I'm overburdened
Subscribe to:
Posts (Atom)
